• Home
  • Terbaru
  • Warga Papua di Surabaya Tepis Isu Rasis Saat Operasi Yustisi

Warga Papua di Surabaya Tepis Isu Rasis Saat Operasi Yustisi

By on July 12, 2018 0 6 Views

Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) menegaskan isu yang beredar di media sosial jika ada aksi rasis dan pelecehan seksual saat operasi yustisi terhadap mahasiswa Papua di asrama di Jalan Kalasan 11 beberapa waktu adalah tidak benar.

“Kami IKBPS menyatakan bahwa warga dan mahasiswa Papua tidak pernah mengalami ada diskriminasi, termasuk diskrimanasi sosial. Baik selama di Surabaya maupun saat kejadian di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan no 10 pada tanggal 6 Juli lalu,” kata Ketua IKBPS Piter Frans Rumaseb kepada wartawan di Jalan Mundu Surabaya, Kamis (12/7/2018).

Baca Juga : Miris, Foto-foto Gubuk Reyot Kediaman Lalu Muhammad Zohri Juara Dunia Lari 100 Meter

Kegiatan petugas gabungan pada 6 Juni 2018 lalu dilakukan sesuai perintah Wali Kota Surabaya untuk melakukan pendataan penduduk non permanen yang ada di 31 kecamatan di Surabaya.
“Tidak ada pelanggaran HAM ataupun yang lain pada kejadian ini. Kalaupun ada teriakan yang menyerukan adanya perbuatan rasis dari pihak keamanan, setelah kami klarifikasi itu bukanlah dari adik-adik mahasiswa Papua. Melainkan saudari Anindya Shabrina yang bukan merupakan mahasiswa Papua,” ungkap Piter.

Atas aksi Anindya, IKBPS melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian. Selain dianggap menyebarkan fitnah, pihaknya juga menganggap Anindya sudah menebar kebencian melalui media sosial.

“Atasnama IKBPS, pagi tadi sudah kami laporkan saudara Anindya ke Polrestabes Surabaya. Karena sudah menyebar fitnah dan kebencian melalui media sosial terhadap masyarakat Papua serta warga Surabaya,” tegasnya.

IKBPS kata Piter juga segera berkoordinasi dengan pihak LBH Surabaya dan Kontras untuk menjelaskan kronologi kejadian pada 6 Juli lalu.

Baca Juga : Gunakan Kapal dan Speedboat Basarnas Tetap Cari Korban KM Sinar Bangun

Ia juga menegaskan seluruh warga Papua di Surabaya tetap mendukung NKRI. “Kami warga Papua di Surabaya menegaskan bahwa sikap kami adalah NKRI Harga Mati! Saya sendiri 20 tahun tinggal dan bekerja di Surabaya, selama ini saya merasa nyaman. Kami tidak ingin isu-isu tidak benar yang meresahkan ini justru memperkeruh suasana,” pungkas Piter.

Share
Leave a comment