• Home
  • Trending
  • Generasi emas Belgia yang tak kunjung berkalung emas
July 12, 2018

Generasi emas Belgia yang tak kunjung berkalung emas

By Steven Angkasa 0 9 Views

Jakarta  – Syahdan setelah gagal lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 silam, tim nasional Belgia menemui titik balik dengan melewati fase kualifikasi piala dunia 2014 dengan catatan tanpa terkalahkan.

Belgia yang kala itu berada di Grup A kualifikasi zona Eropa sukses meraup delapan kemenangan dan dua hasil imbang demi mencetak tiket ke putaran final piala dunia 2014 sebagai pemuncak grup.

Capaian tersebut, segera menimbulkan anggapan generasi emas sepak bola Belgia telah lahir.

Dari sekian banyak nama bintang kesohor yang menghuni skuat Belgia kala itu, dua sosok menjadi yang terpenting yakni gelandang serang Eden Hazard dan bek tengah Vincent Kompany.

Hazard, karirnya melambung sejak hijrah ke Liga Utama Inggris diboyong Chelsea pada 2012, setelah hampir sendirian menyokong Lille meraih trofi ketiga Liga 1 Prancis sekaligus Piala Prancis untuk mencapai dwigelar pada musim 2010-2011.

Lantas bersama Chelsea, meski tak langsung mempersembahkan trofi Liga Inggris, Hazard sukses mengangkat piala Liga Europa 2012-2013 dengan catatan 17 gol di semua kompetisi di musim tersebut.

Sementara Kompany, kala mengawal Belgia tampil perkasa di kualifikasi piala dunia 2014 zona Eropa, telah mengangkat sedikitnya lima trofi bersama Manchester City, yakni dua Liga Inggris, satu Piala FA, satu Piala Liga dan satu Community Shield.

Lincah di lini depan, kokoh di lini belakang, adalah impian semua tim dan hal itu sedikit banyak dianggap dimiliki Belgia kala bersiap mengarungi putaran final piala dunia 2014.

Sayangnya, di bawah asuhan Marc Wilmots, benih generasi emas Belgia tak mampu berbicara banyak di putaran final piala dunia 2014.

Meski menyudahi fase penyisihan grup sebagai jawara Grup H dengan catatan sapu bersih tiga kemenangan, kemudian mengalahkan Amerika Serikat 2-1 lewat babak tambahan di putaran 16 besar, namun langkah mereka terhenti di perempat final usai dikalahkan Argentina 0-1.

Dua tahun berselang, setelah kembali tampil perkasa di fase kualifikasi, Belgia yang tak diperkuat Kompany lantaran dirundung cedera lagi-lagi hanya bisa mencapai perempat final Piala Eropa 2016. Hazard dkk harus meninggalkan Prancis setelah dipecundangi Wales 1-3.

Agaknya, generasi emas Belgia tak berarti apa-apa di tangan Wilmots yang sepanjang karir kepelatihannya tak pernah menjuarai apapun. Wilmots pergi, Roberto Martinez tiba.

Para pemain Belgia menyambut para penggemar setelah pertandingan sepak bola perempat final piala dunia 2018 antara Brasil dan Belgia di Kazan Arena di Kazan pada 6 Juli 2018. Belgia mengalahkan favorit piala dunia Brasil 2-1 (6 Juli 2018) untuk menyiapkan semifinal melawan Prancis di Saint Petersburg.

Share
Leave a comment