• Home
  • Trending
  • Pencarian Korban dan KM Sinar Bangun Molor, Lihat Ini Penyebabnya!

Pencarian Korban dan KM Sinar Bangun Molor, Lihat Ini Penyebabnya!

By on June 26, 2018 0 7 Views

Pelabuhan Simanindo sudah dipenuhi sesak. Baik masyarakat, tim SAR, TNI/Polri sudah berada di Pelabuhan Simanindo bersiap menuju Perairan Danau Toba, melakukan peyisiran korban dan Bangkai KM Sinar Bangun, Selasa (26/6/2018).

Namun, jam keberangkatan yang direncanakan pukul 07.30 WIB tertunda.
 

Sekda Samosir JB Sagala mengatakan,  sehari sebelumnya telah menginstruksikan kepada pihak-pihak yang terlibat pencarian aga bisa berkumpul lebih awal. Namun, keberangkatan yang direncanakan tertunda.
 

Tidak sesuai yang ditargetkan, ferry KMP Sumut I dan II baru bergerak menuju Danau pukul 10.21 WIB. Sementara fajar semakin tinggi, dan angin mulai berhembus.
 

Menurut Sekda, Ferry KMP Sumut I dan II semestinya sudah harus berlayar mendampingi kapal-kapal di bagian sebelah kiri dan kanan selama pencarian.  

Padahal, kapal-kapal rakyat relawan sudah siaga dengan regunya.

Sehari sebelumnya Sekda Kabupaten Samosir JB Sagala sudah mengordinasikan agar semua pihak berkumpul pukul 07.00 WIB pada hari ke-9. Diharapkan kapal paling lama pukul 08.00 WIB sudah berangkat melakukan penyisiran.
 

“Seharusnya sudah harus berangkat pukul 07.00 WIB. Tetapi pihak KMP Sumut belum ada di sini. Saya telepon, tidak terhubung,”ujarnya.
 

Kata Sekda, pencarian hari ke delapan juga terlambat karena menunggu pihak Fery KMP Sumut. Karenanya dia menginstruksikan agar pencarian hari ke-9 dipercepat. Bahkan, amatan Tribun JB Sagala pada pukul 19.30 WIB Senin 25 Juni sampai ikut menangani pengelasan jangkar di Pelabuhan agar bisa tepat waktu.

Pukul 09.21 WIB, Rizki Nahkoda Feri KMP Sumut I muncul setelah ditunggu-tunggu. Kepada wartawan dirinya hanya menjawab sudah  stanbay setiap jam.
 

“Kami standby kok setiap jam,”ujar pria dengan rambut yang masih basah ini.
 

Sementara itu, Marhan Simbolon Humas KMP Sumut kepada Tribun membantah dirinya tidak siap. Katanya, mereka masih menunggu kordinir dari Basarnas.
 

Amatan Tribun, para relawan sudah siap di pelabuhan bahkan ingin pergi sendiri melakukan penyisiran karena merasa terlalu lama menunggu ferry yang medampingi mereka. Hari sebelumnya juga, fery baru bergerak sekitar pukul 11.00 WIB ke Tengah Danau.

Share
Leave a comment