• Home
  • Terbaru
  • Upaya Penyelundupan 35 Ribu Benur Berhasil Digagalkan Polisi

Upaya Penyelundupan 35 Ribu Benur Berhasil Digagalkan Polisi

By on June 25, 2018 0 18 Views

Upaya perdagangan ilegal 35 ribu baby lobster atau benur digagalkan Polres Trenggalek. Tersangka sempat melawan saat hendak ditangkap.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wiboso Saputra, tersangka DPK (43) warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo ditangkap saat hendak mengirimkan puluhan ribu benur tersebut ke wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga : Saat Mau Kuburkan Sapi, Warga Jombang Ini Malah Temukan Bahan Peledak

“Jadi barang bukti yang kami amankan adalah 35 ribu benur yang dikemas dalam 120 kantong plastik beroksigen, masing-masing kantong ada sekitar 250 ekor benur. Semua itu dimasukkan dalam lima kardus besar,” kata kapolres kepada wartawan di kantornya, Senin (25/6/2018).

Selain itu, jelas dia, pihaknya menyita satu unit mobil Avanza nopol L 1520 BH, telepon genggam, serta uang tunai Rp500 ribu. Saat ini seluruh barang bukti diamankan di Mapolres Trenggalek.

Dia menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat tentang rencana penyelundupan benur. Saat itu polisi menghadang tersangka di ruas Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo, Kecamatan Tugu.

Baca Juga : Saat Mau Kuburkan Sapi, Warga Jombang Ini Malah Temukan Bahan Peledak

“Barang ini sebetulnya bukan dari Trenggalek, tapi dari wilayah Pacitan. Kemudian tersangka membawa keluar dengan melalui jalur-jalur tikus, dari Pacitan lewat Dongko-Kampak, lewat Gandusari dan dilanjut melintas ke arah Ponorogo,” jelasnya.

Saat dilakukan penghadangan di depan Polsek Tugu, tersangka nekat melawan dengan membobol barikade dan membawa kabur mobilnya ke arah barat. Mengetahui hal itu, sejumlah polisi langsung melakukan pengejaran.

“Alhamdulillah tersangka berhasil kami tangkap di jalan Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu beserta barang bukti dan langsung kami bawa ke POlres Trenggalek,” ujar perwira menengah ini.

Sementara Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, tersangka berperan sebagai kurir yang bertugas mengantar barang yang dipesan untuk dibawa ke Klaten.

“Ini masih kami dalami, apakah dia sistemnya kurir terputus atau langsung ke lokasi tujuan, tapi biasanya putus-putus, jadi di beberapa titik kurirnya akan ganti. Makanya pengungkapan seperti ini mirip dengan narkoba,” jelas kasatreskrim.

Menurutnya, selain tersangka DPL, polisi juga masih memburu tersangka lain berinisial PM warga Pacitan yang diduga sebegai bosnya. Saat ini yang bersangkutan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kalau tersangka DPL ini setiap kali melakukan pengiriman mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu,” jelas Andana.

Akibat kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 92 subsidair pasal 100 UU RI No 31 Tahun 2004 yang diubah dalam UU No 45 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sementara itu 35 ribu baby lobster tersebut rencananya akan dikembalikan lagi ke habitatnya dengan dilepasliarkan laut Samudera Hindia. Proses pelepasan tersebut akan melibatkan tim dari Dinas Kelautan, Kepolisian, serta Kejaksaan.

Share
Leave a comment