• Home
  • Terbaru
  • Residivis di Sleman Ngaku Anggota Polisi dan Rampas HP

Residivis di Sleman Ngaku Anggota Polisi dan Rampas HP

By on June 25, 2018 0 8 Views

Gara-gara kecanduan game online, Mediane Yugi Kurniawan (20) nekat menyaru sebagai polisi dan merampas ponsel milik korbannya. Dalam beraksi, pelaku membawa korek berbentuk pistol untuk menakuti korban.

Baca Juga : Napi Lapas Porong Kabur, Ini yang Dilakukan KemenkumHAM Jatim

Aksi pria warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini akhirnya terhenti setelah diamankan anggota Kodim Sleman.

“Tersangka diamankan anggota Kodim Sleman Sabtu (23/6) kemarin. Dan kami langsung berkoordinasi untuk penanganan proses hukumnya,” kata Kapolsek Sleman, AKBP Sudargo kepada wartawan, Senin (25/6/2018).

Awal mula pengungkapan kasus ini ketika pelaku akan beraksi di sekitar markas Kodim Sleman Sabtu kemarin. Anggota Kodim yang curiga dengan gerak-gerik pelaku lantas mencegat dan mengamankannya untuk pemeriksaan. Saat itu pelaku mengaku anggota Polda DIY namun ketika diminta kartu identitas anggotanya ternyata tidak bisa menunjukkan.

Polsek Sleman yang menerima laporan dari Kodim langsung menjemput pelaku karena sehari sebelumnya ada laporan aksi perampasan dengan modus pelaku mengaku sebagai polisi di Jalan Pringgodiningrat, Tridadi, Sleman. Sang korban yang masih di bawah umur mengendarai motor dan dicegat oleh pelaku yang mengaku anggota Polres Sleman. Polisi juga mendapatkan informasi ada TKP lain dengan modus sama.

“Kejadian Jumat, pelaku ini langsung mengambil kunci motor korban dan menggeledah korban. Dompet dan dua ponsel milik korban diambil dan dibawa lari,” jelas Sudargo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelaku merupakan residivis yang pernah dipenjara 6 bulan pada 2016 atas kasus kepemilikan senjata tajam. Kini pelaku ditahan di Polsek Sleman guna proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti 2 buah ponsel hasil kejahatan.

Sementara itu pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warnet ini mengaku saat beraksi sengaja membawa korek berbentuk pistol untuk menakuti korbannya. Hasil kejahatannya kemudian dijual untuk main game online dan sisanya dipakai keperluan sehari-hari.

“Untuk main game online dan beli makan,” ujarnya.

Baca Juga : Diselingkuhi, Motif Pelaku Siram Air Keras Kekasihnya di Ponorogo

Share
Leave a comment