• Home
  • Trending
  • Masyarakat tak Perlu Takut Terintimidasi, Polri dan TNI Gelar Patroli Damai

Masyarakat tak Perlu Takut Terintimidasi, Polri dan TNI Gelar Patroli Damai

By on June 25, 2018 0 11 Views

Dua hari jelang pencoblosan Pilgub Sumatera Utara, jajaran Polda Sumut, Kodam I Bukit Barisan, Kosek Hanudnas III/Medan, Lantamal I Belawan, Walikota Medan serta Forum Kerukunan Umat beragama patroli damai.

Patroli yang terdiri dari gabungan TNI dan Polri memulai kegiatan mengelilingi Kota Medan untuk menunjukkan kehadiran aparat.

Melepas patroli tepat di depan Makodim 0201/BS Jalan Pengadilan Medan, Pimpinan Polri dan TNI tingkat provinsi tersebut tunjukkan sinergitas untuk amankan Pilkada dan sikap profesionalisme jajarannya.

“Masyarakat tak perlu takut terintimidasi atau tak perlu takut dengan ketidakamanan saat pilkada dan Pilgub nanti. Kita bentuk patroli ini untuk menunjukkan kehadiran dan kesiapan kita (TNI dan Polri) untuk mengawal pesta demokrasi,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Melengkapi kesiapan Polda Sumut, Jajaran Kodam I/BB yang dipimpin Pangdam Mayjen TNI Ibnu Triwidodo akan ikut mengamankan penyelenggaraan Pilgub Sumut.

“Kita siap membantu Polri. Karena ini tugas pokok polri maka kita membantu. Selain Polda Sumut, Polda lain yang se-wilayah Kodam I/BB juga kita ikut kawal bersama. TNI yang bertugas harus ingat posisinya,” ujar pucuk pimpinan Kodam I tersebut.

Polda Sumut imbau anggota Polri di daerah yang tidak berkepentingan agar tidak datang ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Petugas yang hadir di lokasi adalah yang diperintah dan tidak dilengkapi senjata. Polda Sumut minta anggota segera melaporkan kiranya kondisi di daerah mulai panas.

“Tidak boleh ada anggota kita bawa senjata di TPS. Dan yang bertugas di TPS adalah anggota yang memang diperintah oleh kesatuan. Jadi yang gak ada kepentingan dilarang di sana. Kalau situasi mulai berubah diharapkan segera berkoordinasi dan TNI juga hadir dilokasi,” ujar mantan Kapolda Papua.

Situasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Periode 2013-2018 dinilai rawan konflik dan teror.

Share
Leave a comment