• Home
  • Terbaru
  • 13.372 Ekor Baby Lobster Senilai Rp 2 Miliar Dilepasliarkan

13.372 Ekor Baby Lobster Senilai Rp 2 Miliar Dilepasliarkan

By on June 25, 2018 0 10 Views

Sebanyak 13.372 ekor baby lobster jenis mutiara dan pasir dari hasil pengamanan Tim Satgas BL Tipidter Bareskrim Polri di Pemukiman Jalan Bandung Campur Darat Tulungagung, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, dilepasliarkan.

Penangkapan yang dilakukan, Sabtu (23/6) itu akhirnya dilepasliarkan di Perairan Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo. Upaya penyelundupan baby lobster ke Vietnam ini berarti petugas menyelamatkan aset negara sebesar Rp 2 miliar.

Baca Juga : Napi Lapas Porong Kabur, Ini yang Dilakukan KemenkumHAM Jatim

Pelepasliaran baby lobster diikuti Petugas Balai Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (KIPM) Surabaya I, Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilker Surabaya, Satuan Pengawasan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas PSDKP) Probolinggo dan Satpolair Polres Probolinggo.

Menurut Petugas Balai KIPM Surabaya I, M Arif Darmawan bahwa benih lobster yang dilepasliarkan merupakan hasil penyelamatan dari kerjasama antar instansi. Meski sudah berulangkali digagalkan, tetapi penyelundupan benih lobster masih marak terjadi karena dinilai sangat menguntungkan.

“Sebab harganya bisa mencapai Ro 150 ribu/ekor meski baru berusia sekitar 5 hari. Dan penangkapannya pun dianggap mudah,” kata Arief Dharmawan kepada wartawan usai lepas liarkan baby lobster, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, bibit lobster belum bisa dikembangbiakkan secara alami. Kenapa permintaan di luar negeri tinggi, karena lobster hanya ada di perairan Indonesia. Jangan sampai keberadaannya jadi punah dan generasi penerus kita hanya tahu lobster dari gambar saja.

“Kami terus edukasi masyarakat terkait hal ini, terutama konservasinya,” ujarnya.

Baca Juga : Diselingkuhi, Motif Pelaku Siram Air Keras Kekasihnya di Ponorogo

Selain benih lobster, jenis biota laut yang dilarang untuk dilakukan penangkapan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No: 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.) dan rajungan (Portinus Pelagicus spp.) dari wilayah RI.

Sementara Kepala BKIPM Surabaya 1 Muhlin mengatakan, pihaknya bersinergi dengan Satgas BL Tipidter Bareskrim Polri untuk menyelamatkan sumber daya kelautan dan perikanan wilayah Jawa Timur dalam hal penegakan hukum. “Kami bergerak bersama dengan Bareskrim Polri dalam setiap penindakan penyelundupan sumber daya ikan di wilayah Jatim,” ujarnya.

Sementara Kasatpolair Polres Probolinggo, Slamet Prayitno menjelaskan dengan dilepasliarkan beberapa kali baby lobster di laut Gili Ketapang, setidaknya masyarakat harus bisa menjaganya. Karena hewan laut ini dilarang untuk ditangkap jika masih berukuran kecil dan sedang bertelur.

“Jadi nelayan Pulau Gili Ketapang harus bisa menjaganya juga,” jelasnya.

Kasatpolair menegaskan, polisi masih terus mengembangkan upaya penyeludupan baby lobster ke luar negeri. “Karena baby lobster rentan diselundupkan ke negara lainnya,” ujarnya.

Share
Leave a comment