• Home
  • Trending
  • 1.000-an Lebih Warga Lapas Terancam Tak Bisa Berikan Hak Suara

1.000-an Lebih Warga Lapas Terancam Tak Bisa Berikan Hak Suara

By on June 25, 2018 0 7 Views

Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 27 Juni 2018 masih banyak masyarakat yang bermasalah tidak punya hak suara dan memakainya.

Seribuan lebih Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Binjai terancam tak memilih karena tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap di KPU Binjai.

Kalapas Binjai, Budi Situngkir yang ditemui Maumu.com di ruangannya, Senin (25/6/2018) mengatakan, bahwa total WBP teranyar ada sekitar 1.790. Dan yang sudah tetdaftar di DPT Kota Binjai hanya 312 orang.

“Warga binaan ini rata-rata tidak punya e-KTP. Dari 1.700an itu hanya 312 yang terdaftar di DPT. Padahal yang kita usulkan DPS ke KPU kemarin ada 1.766,” jelasnya.

Sesuai data yang disampaikan Kapalas, dapat dijumlahkan, ada sebanyak 1.454 WBP yang terancam tidak bisa memberikan hak suara. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan upaya pemerintah, khususnysa KPU untuk meningkatkan partisipasi politik memakai hak suara.

Lanjut, dijelaskan Kalapas bahwa WBP yang tidak masuk DPT Binjai dikarenakan faktor domisili. Di Lapas Binjai ada warga Medan, Deliserdang, Langkat dan dari luar kota lainnya. Solusi adalah memakai form A5 bagi WBP luar Binjai.

“Saat ini sedang kita koordinasikan dengan mereka (Penyelenggara Pemilu). Ke WBP juga sudah kita umumkan, di papan pengumuman juga ada kita pasang imbauan agar keluarganya bosa urus A5. Kita ingatkan keluraga mereka bolak balik, bagi yang mau milih silahkan baea kemari A5nya,” katanya.

Permasahan ini dijelaskan Kapalas sudah dilaporkan ke instansi terkait di tingkat provinsi. Namun hingga H-2 belum ada didapatkan solusi bagi WBP. Bahkan beberapa kali permasalahn ini sudah dirapatkan antar koordinasi KPU Provinsi, Kanwil, Polda Sumut, bersama Kalapas-kalapas.

“Masalah ini sudah dilaporkan di tingkat provinsi. Tapi cemanalah semua terlalu mengagung-agungkan eKTP, kek gini jadinya antara tingkat kabupaten dan provinsi jadi kek mana gitu,” ujarnya.

Nantinya pihak Lapas akan disediakan satu lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi pemilih di Lapas. Namun, amatan Maumu.com TPS dimaksud belum didirikan penyelenggara di Lapas.

Share
Leave a comment